Sabtu, 23 Januari 2010

Penarik Kereta Sinterklas Ternyata Betina


KOMPAS.com — Dasher dan Dancer dan Prancer dan Vixen—rusa-rusa kutub penarik kereta sinterklas—barangkali kecewa dengan hasil pertemuan iklim di Kopenhagen yang tidak tegas memutuskan langkah apa yang harus disepakati untuk mencegah pemanasan global. Kekecewaan itu beralasan karena jumlah reindeer atau rusa kutub menurun hingga 60 persen dalam tiga dekade terakhir akibat perubahan iklim dan kerusakan habitat karena ulah manusia.

Padahal setiap Natal tiba, reindeer selalu menjadi hewan yang menonjol karena Sinterklas dilukiskan bepergian mengunjungi rumah-rumah dengan menggunakan kereta salju yang ditarik rusa kutub. Dengan populasi yang terus menurun, dunia pun menaruh perhatian lebih pada hewan-hewan itu. Di luar ancaman terhadap mereka, ada fakta-fakta menarik mengenai hewan yang juga disebut caribou itu. Inilah beberapa di antaranya:

Reindeer dan caribou adalah dua nama yang merujuk pada satu hewan, yakni Rangifer tarandus. Sebutan reindeer sering kali mengacu pada rusa domestik yang digembalakan manusia dan dipakai menarik kereta. Rusa-rusa ini kebanyakan hidup di Skandinavia dan Siberia, serta umumnya lebih kecil dan memiliki kaki lebih pendek dibanding caribou liar. Di Siberia, caribou disebut reindeer liar. Ukuran badan dan bobot mereka bervariasi tergantung jenis kelamin dan usia. Caribou dewasa mencapai tinggi 1 meter dan berat sekitar 170 kilogram untuk yang jantan dan 90 kilogram untuk betina.

Mereka mampu berlari kencang, tetapu tak bisa terbang seperti rusa sinterklas. Caribou bisa berlari dengan kecepatan 80 km/jam. Bila terancam hewan pemangsa, caribou akan berlari dengan kepala dan ekor terangkat. Ia pun mampu melompat dengan sigap.

Caribou adalah hewan yang selalu bergerak. Kawanan hewan ini bisa bergerak hingga 5.000 km dalam setahun, yang menurut IUCN adalah mamalia darat dengan pergerakan paling jauh. Di laut, hewan yang bergerak jauh adalah paus bongkok. Paus ini mampu berenang 8.000 km ke tempat beranak pinak.

Rusa kutub, seperti namanya, adalah hewan yang mampu menahan dingin. Mereka hidup di Alaska, Kanada, Skandinavia, dan Rusia. Kulitnya diselimuti bulu-bulu berongga yang mampu menahan panas. Sistem peredaran darahnya memungkinkan reindeer menjaga suhu darah di kaki tetap rendah dan tidak terpengaruh suhu tubuhnya yang lebih hangat.

Reindeer adalah hewan yang tenang sehingga Sinterklas tak perlu khawatir akan membangunkan anak-anak saat mengunjungi rumah mereka. Reindeer betina hanya mengeluarkan bunyi pada bulan pertama setelah melahirkan, sementara reindeer jantan bersuara hanya saat musim kawin.

Rusa yang menarik kereta sinterklas (bila sesuai dengan gambarannya) semuanya pastilah betina. Alasannya, rusa jantan akan menanggalkan tanduk mereka seusai musim kawin yang jatuh awal Desember. Rusa betina akan tetap bertanduk selama musim dingin. Selain itu, rusa jantan hanya akan menyimpan 5 persen lemak saat Natal tiba. Mereka telah kehilangan banyak lemak saat musim kawin. Sementara itu, rusa betina memiliki lemak tubuh hampir 50 persen yang bisa membuat mereka bertahan di suhu minus 43 derajat celsius.

1 komentar:

  1. Postingan ini sangat bermanfaat, memberikan informasi mengenai hal yang belum diketahui. Semoga postingan ini bisa memberikan motivasi untuk selalu ingin tahu.

    BalasHapus